Kegiatan yang lumrah ketika sudah berada di kosan salah satunya yaitu bercakap-cakap dengan si mbokk… Yaaa apapun dikicaukan sampai membuat kami tertawa atau tiba-tiba terdiam. Biasanya karna aku nya yang gak ngerti…. Aku memang sering memerlukan pemahaman yang tidak sebentar. Mungkin gara-gara ada kemacetan di aliran otakku layaknya bandung yang setiap hari selalu macet. Tapi tak pernah bosan rasanya berkicau dengan si mbok, kecuali jika si mbok mulai mengeluarkan suara merdunya. hahahha

Pernah suatu masa, kami membicarakan tentang keindahan dunia yang seindah-indahnya. Yang setiap orang pasti menginginkan hal ini. Suatu saat yang ketika kita bangun tidur ada orang terkasih di samping kita. Ada yang menemani saat kita makan. Ada sandaran kala kita menangis. Ada pegangan kala kita hendak jatuh. Oh…. apa lah ungkapan yang pantas untuk hal ini selain rasa bahagia, senang, bersyukur atau yang indah-indah lainnya. ^_^
Ini lah impian setiap orang, laki-laki maupun perempuan. Gadis ataupun perjaka, bahkan yang bukan kedua-duanya.

M.E.N.I.K.A.H
Siapa kah yang tidak ingin menikah???? Yang jelas bukan aku.

Menikah merupakan moment yang sangat sangat berarti bagi siapa pun. Semua rasa bahagia tercampur menjadi buyar sehingga sulit sekali di ungkapkan dengan kata-kata. Berdasarkan kesaksian dari orang-orang yang sudah menikah. Mereka mengakui bahwa Menikah adalah surga dunia. Ada banyaakk sekali ladang ibadah di sana. Ketika kau senyum saja kepada suami/istri mu, itu sudah termasuk ibadah. Apa lagi itu dilakukan setiap hari, setiap jam dan setiap menit. Bahkan ketika kau melayani nya dengan sepenuh hati….Subhanallah….
Allah benar-benar Maha Pemurah menjadikan jalan ini sebagai jalan menuju rahmat-Nya.

Lalu siapkah kita menikah???

Oh tentu harus siap. Rugi sekali kita hidup di dunia jika menyia-nyiakan kesempatan ini. Yang pasti harus siap lahir batin.

Dengan siapa kita menikah???

Setiap orang berhak menikah. Allah sendiri pun mengatakan bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Tentu tidak usah hawatir, kita pasti menikah…… dengan jodoh kita. Ini lah yang tidak ada orang yang tau siapa jodoh kita. Jodoh tidak datang sendiri secara cuma-cuma, bergantung juga dari usaha kita sendiri menemui jodoh kita. Dalam Al-quran disebutkan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, begitu pun sebaliknya. Jadi siapkan diri kita demi mendapatkan jodoh yang terbaik, insyaallah….

Ada hal yang bisa kita renungkan.
Dari zaman dahulu dan bahkan sampai saat ini, ada kecenderungan seorang wanita lebih memilih untuk menikah dengan yang lebih tua darinya. Alasan yang paling banyak diungkapkan adalah wanita merasa lebih diayomi jika dengan yang lebih tua. Mereka jauh lebih dewasa sehingga merasa lebih nyaman bersamanya. Ya… Aku sebagai seorang wanita pula, tentu merasa sangat setuju dengan hal ini.

Tapi yang paling menarik pembicaraan ku dengan si mbok… hal menguntungkan yang mungkin bisa diperhatikan jika menikah dengan laki-laki yang jauh umurnya dari kita adalah berkaitan dengan masa off seorang wanita, alias menopause.
Sebagai wanita pasti akan mengalami saat terahir kesempatan kita untuk berproduksi. Produksi sel telur yang selama ini menjadi milik berharga kaum wanita. Sementara, kaum laki-laki bisa setiap saat berproduksi  sperma tanpa ada batas waktu. Belum lagi ada sebuah pendapat yang menyebutkan bahwa kaum laki-laki itu akan mengalami puber kedua, artinya akan ada masa dimana mereka akan kembali mengalami masa-masa pubertas seperti saat belum menikah. Apa jadinya jika kita sebagai wanita telah mengalami masa menopause dan sang suami baru saja mengalami puber kedua. Sungguh sangat tidak dinginkan jika suami kita berbuat sesuatu yang tidak disenangi oleh kita, misalnya mencari wanita lain. Na’udzubillah…..
Semantara, jika kita menikah dengan yang lebih tua diharapkan suami mengalami puber kedua sebelum kita menopause. Jadi kita masih bisa bertarung biar gak kalah saing… heheh
Wanita bisa saja bisa menikah dengan yang seumuran atau bahkan dibawah umurnya. Tapi yang namanya suami tentu akan menjadi imam di rumah tangganya. Harus mempunyai kematangan dalam memimpin keluarganya. Layaknya buah-buahan, bukankah kita lebih memilih untuk memetik buah yang sudah matang??
Kematangan seorang laki-laki sangat dibutuhkan dalam pernikahan, baik lahir maupun batin. Kebanyakan laki-laki yang berumur telah memiliki kematangan. Tapi tidak menutup kemungkinan, yang muda pun sudah matang. Jadi pilihlah yang matang… ^^

Terlepas dari semuanya, pada akhirnya hanya Allah lah yang Maha Tahu mana yang terbaik untuk kita.